KUALA KAPUAS, pojokindonesia.com – Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas merilis laporan harian per Minggu, 4 Oktober 2026, yang menunjukkan tekanan kebakaran tetap tinggi di sejumlah kecamatan utama.
Data Terkini: Lebih dari 33 Ribu Titik Panas
Sepanjang 1 Januari hingga 4 Oktober 2026, tercatat 33.186 titik panas (hotspot) di seluruh Kabupaten Kapuas, dengan luas lahan terbakar mencapai 3.615,84 hektar.
Puncak kejadian terjadi pada Agustus (14.798 titik) dan September (16.451 titik), dengan Kecamatan Mantangai menyumbang jumlah tertinggi yakni 18.860 titik, diikuti Timpah (3.371) dan Kapuas Tengah (4.256).
Pada 4 Oktober saja, terpantau 418 titik panas tersebar di 13 kecamatan, didominasi kategori kepercayaan menengah. Mantangai kembali menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak yaitu 325 titik, diikuti Bataguh (38), Timpah (15), Kapuas Barat (14), dan Basarang (7).
Kapuas Masuk Kategori “Awas” Kekeringan
Berdasarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis untuk Dasarian I Oktober 2026, Kabupaten Kapuas ditetapkan masuk kategori “Awas”. Kondisi tanpa hujan yang panjang disertai suhu tinggi membuat lapisan tanah sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Tim Gabungan Padamkan Api di 12 Lokasi
Sepanjang 3–4 Oktober, tim gabungan TNI, Polri, Brimob, BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan relawan melakukan pemadaman di belasan titik:
– Kapuas Timur — Desa Anjir Mambulau Timur (±10 ha), Desa Anjir Serapat Baru (±2 ha) → api padam berasap
– Basarang — Desa Basarang Jaya (±0,5 ha & ±2 ha), Desa Tambun Raya (±4 ha), Desa Lunuk Ramba (±4 ha), Desa Batu Nindan (±6 ha, ±2 ha berhasil dipadamkan, sisanya masih berpotensi meluas)
– Mantangai — Desa Mantangai Hilir (±2 ha), Desa Humbang Raya (±2 ha) → api padam berasap
– Selat — Kelurahan Selat Utara (±0,3 ha) → api padam berasap
– Kapuas Barat — Desa Saka Mangkahai (±0,25 ha) → api padam
– Dadahup/Kapuas Hulu — Desa Sei Hanyo (±3 ha) → api padam
Kendala utama: sumber air jauh/tidak tersedia, akses lokasi sulit, serta angin kencang yang mengubah arah sehingga pergerakan api sulit diprediksi. Di Desa Batu Nindan, api belum sepenuhnya padam dan tim terus melakukan pemantauan serta pembasahan, termasuk melindungi area bangunan dan SMAN 1 Basarang.
Patroli Diintensifkan, Warga Dihimbau
Posko lapangan di setiap kecamatan memperketat patroli dan sosialisasi. Posko Dadahup melakukan patroli ke Desa Harapan Baru; Posko Kapuas Murung menyisir Palingkau Lama, Palingkau Baru, Tajepan, Mampai, hingga Muara Dadahup; Posko Kapuas Hulu mengawasi Desa Sei Hanyo, Hurung Tampang, dan Tumbang Puroh guna mencegah pembakaran lahan.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas sekaligus Komandan Pelaksana Harian Posko, Pangeran S. Pandiangan, mengimbau seluruh warga agar tidak membakar lahan. “Kondisi kekeringan masih sangat tinggi, musim hujan baru diprediksi masuk November. Mari kita jaga bersama agar Karhutla tidak meluas,” ujarnya.
Sumber: Laporan Harian Posko Penanganan Darurat Bencana Kekeringan & Karhutla Kab. Kapuas, 04 Oktober 2026
Penulis: Tim Liputan PojokIndonesia












