Kuala Kapuas, pojokindonesia.com – Rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas digelar secara daring Jumat (25/9/2026). Rapat membahas perkembangan titik panas, dampak kesehatan, kendala peralatan, serta peralihan sistem pelaporan digital di seluruh jajaran satgas.
Kondisi Hotspot & Kebakaran,Pada 24 September 2026 tercatat sekitar 300 titik panas, terbanyak di Kecamatan Timpah (89 titik) dan Mantangai (87 titik). Sejumlah lokasi masih berstatus padam berasap atau belum sepenuhnya terkendali, antara lain Desa Batu Nindan (Basarang), Desa Katimpun (Mantangai), dan wilayah Kapuas Hilir.
Kabut asap pekat terlihat di Kecamatan Kapuas Barat, diduga berasal dari wilayah perbatasan Kapuas Murung dan Pulau Pisau. Di Dadahup, pemadaman dilakukan hingga dini hari dan kini kondisinya berasap tipis, sementara di Mantangai kebakaran masih terus terjadi dengan keterbatasan peralatan — hanya tersisa satu unit mesin pompa yang beroperasi.
Dampak Kesehatan: 2.465 Kasus ISPA
Kabut asap berdampak nyata pada kesehatan warga. Pada 24 September tercatat 92 kasus baru ISPA dari seluruh puskesmas dan RS. Selama satu minggu terakhir (20–24 September) tercatat 362 kasus, rata-rata 72 kasus per hari — lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya yang rata-rata 61 kasus/hari.
Sejak 16 Agustus hingga 24 September, total tercatat 2.465 kasus ISPA. Kecamatan dengan kasus terbanyak:
– Selat: 624 kasus
– Mantangai: 354 kasus
– Kapuas Hilir: 221 kasus
Kecamatan terpencil seperti Mandau Talawang, Timpah, dan Pasak Talawang mencatat angka lebih rendah, namun diindikasikan jumlah kasus sebenarnya lebih tinggi karena akses fasilitas kesehatan yang sulit dijangkau.
Kendala Peralatan & Distribusi,Hampir seluruh posko lapangan melaporkan kekurangan mesin pompa dan selang yang rusak/bocor. Mantangai meminta 3 unit mesin pompa besar dan 15 gulung selang, Kapuas Barat meminta 10 gulung selang dan 2 unit mesin tambahan. Stok nasional peralatan dikabarkan habis, sehingga pemesanan BPBD belum dapat terpenuhi.
Sebagai langkah segera, 20 unit mesin pompa baru akan didistribusikan pada Sabtu, 26 September 2026, dan seluruh Camat diundang untuk menerima penyerahannya. Tandon air juga akan dikirim ke Dadahup untuk mengatasi kekeringan saluran air di lokasi pemadaman.
Sistem Pelaporan Digital Diterapkan
Mulai kini, seluruh laporan kejadian tidak lagi melalui grup WhatsApp melainkan menggunakan Google Form yang telah dibagikan. Setiap kejadian dibuatkan laporan tersendiri, paling lambat pukul 20.00 WIB setiap harinya, lengkap dengan data lokasi, koordinat, luas, personel, sarana, dan dokumentasi foto.
Langkah Tindak Lanjut
– Patroli tak terjadwal di titik yang berulang terbakar untuk mencegah pembakaran disengaja
– Pos ronda direkomendasikan di lokasi rawan
– Dinas Kesehatan terus memantau data ISPA harian
– Seluruh Camat menyusun usulan kebutuhan sarana secara berjenjang
– Personel yang belum terdaftar diminta melengkapi data untuk kebutuhan jatah makan.
Hal ini disampaikan oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran S. Pandiangan S. HUT. MM usai melakukan rapat koordinasi Karhutla via daring di Posko Induk Karhutla Jumat, 24/09/2026 yang juga dihadiri Komandan Gabungan TIM Satuan Tugas TNI, POLRI,Dalops Karhutla dan unsur terkait.uhkps












