Berita

Sampah Kembali Menumpuk, Ini Penyebabnya

×

Sampah Kembali Menumpuk, Ini Penyebabnya

Share this article
Sampah Kembali Menumpuk, Ini Penyebabnya

Banjarmasin, pojokindonesia.com – Tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan kembali ditemukan di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Banjarmasin, Senin (13/4/2026).

Hasil monitoring pemerintah kota menunjukkan persoalan ini dipicu oleh masih adanya warga yang membuang sampah di luar jam yang telah ditetapkan, serta munculnya TPS liar di beberapa titik.

Sesuai aturan, pembuangan sampah di Banjarmasin hanya diperbolehkan pada pukul 20.00 hingga 06.00 WITA. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi administratif, kurungan, hingga denda.

Temuan di lapangan mengindikasikan rendahnya kedisiplinan masyarakat menjadi penyebab utama penumpukan sampah yang mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan persoalan tersebut harus segera ditangani secara serius. Ia juga mengakui adanya faktor lain, seperti pengurangan kuota pengelolaan sampah dari tingkat provinsi.

“Persoalan sampah ini juga dipengaruhi oleh pengurangan kuota dari provinsi. Kami terus berupaya mencari formulasi terbaik agar pengelolaan tetap berjalan,” ujarnya.

Sebagai solusi, Pemkot Banjarmasin tengah menyusun skema baru, salah satunya dengan penerapan sistem pembuangan sampah secara bergiliran antarwilayah. Dengan pola ini, masyarakat tidak lagi membuang sampah setiap hari, melainkan mengikuti jadwal tertentu.

Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mulai mengolah sampah dari sumbernya, sebagai langkah jangka panjang dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan.

Meski demikian, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kebiasaan masyarakat yang sulit diubah dan keterbatasan fasilitas pendukung.

Untuk memastikan efektivitas di lapangan, pengawasan akan melibatkan lintas instansi, mulai dari kepala dinas, camat, lurah hingga Satpol PP. Sementara itu, DPRD Kota Banjarmasin juga turut berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk pengolahan sampah rumah tangga seperti pembuatan kompos.

“Yang pasti, kami berharap masyarakat bisa memahami kondisi saat ini dan mulai mengolah sampah dari rumah masing-masing. Ini menjadi kunci agar persoalan sampah dapat teratasi bersama,” pungkas Yamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *