Kapuas, pojokindonesia.com – Menandai berakhirnya perjalanan tahun 1447 Hijriah dan memasuki lembaran baru tahun 1448 Hijriah, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kapuas menggelar doa bersama secara khidmat. Acara ini mengusung semangat merangkai pengalaman masa lalu dan menyongsong masa depan, yang semuanya dibingkai dalam kekuatan iman dan kebersamaan.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 di Pendopo Pemuda NU, Jalan Sulawesi Nomor 168, Kuala Kapuas. Acara dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Kapuas, Tommy Saputra, dan dihadiri oleh para kiai, habib, ustadz, segenap jajaran pengurus, kader inti, serta simpatisan dan pendiri partai dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kapuas.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, doa bersama ini menjadi momen berharga untuk merenungkan kembali segala langkah, perjuangan, dan pengalaman selama satu tahun terakhir. Keberhasilan dijadikan syukur, sedangkan tantangan diambil sebagai pelajaran berharga. Melalui refleksi ini, seluruh peserta diajak memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, dan menyucikan hati agar melangkah ke periode baru dengan semangat yang lebih segar.

Ketua DPC PKB Kapuas, Tommy Saputra, menyampaikan bahwa peralihan tahun Hijriah bukan sekadar pergantian angka, melainkan panggilan untuk meningkatkan kualitas diri dan pengabdian. “Kita jadikan pengalaman masa lalu sebagai bekal, lalu arahkan pandangan ke masa depan dengan landasan iman yang kokoh. Semoga di tahun 1448 H ini, PKB Kapuas semakin kuat, semakin bermanfaat bagi masyarakat, dan menjadi kekuatan yang membawa berkah bagi daerah ini,” ujarnya.
Selain rangkaian doa dan renungan, kegiatan juga diisi dengan silaturahmi, dilanjutkan dengan salat Maghrib, salat Hajat, dan salat Isya secara berjamaah. Acara dirangkai pula dengan syukuran atas terpilihnya kembali Tommy Saputra beserta jajaran sebagai pengurus DPC PKB Kabupaten Kapuas untuk masa bakti 2026–2031.
Pada kesempatan itu, KH Nurani Sarji menyampaikan tausiyah mengenai asal-usul penetapan tahun Hijriah. Beliau menjelaskan bahwa kalender Islam ditetapkan melalui kesepakatan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Dari berbagai usulan yang disampaikan, dipilihlah pendapat Saidina Ali bin Abi Thalib yang menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal perhitungan tahun Islam yang digunakan hingga saat ini.
Kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan, menyamakan visi, serta menyusun langkah strategis untuk program kerja ke depan. Diharapkan semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga dan diwujudkan dalam tindakan nyata bagi masyarakat Kabupaten Kapuas.uhkps












