Kapuas, pojokindonesia.com — Bahas penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla yang telah terjadi dalam 3 minggu terakhir, Pemerintah Kabupaten Kapuas resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan selama dua pekan ke depan. Keputusan ini diambil dalam Rapat Evaluasi Penanganan Bencana yang digelar di Pusdalops Posko Induk BPBD Kabupaten Kapuas, Senin (12/10) malam.
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas H.M. Wiyatno, S.P., didampingi Wakil Bupati Kapuas Dodo, S.P., M.A., serta dihadiri Sekretaris Daerah Dr. Usis I. Sangkai, Komandan Distrik Militer, unsur Forkopimda, Kalaksa BPBD Kapuas, jajaran kepala OPD dan seluruh pihak terkait penanganan bencana.
Bupati Kapuas H.M. Wiyatno menyatakan, perpanjangan status ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan serta masukan dari seluruh unsur pimpinan daerah.
“Status tanggap darurat kita perpanjang dua minggu ke depan. Keputusan ini berdasarkan pertimbangan dan masukan dari Forkopimda serta pihak terkait,” tegas Wiyatno.
Meski berbagai upaya penanganan telah dilakukan secara terus-menerus, kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama. Belum turunnya hujan secara signifikan membuat potensi kebakaran tetap tinggi di sejumlah wilayah.
“Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan Karhutla. Namun, kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam proses pemadaman dalam operasi darat oleh Tim Gabungan, Mudah-mudahan hujan deras segera turun sehingga kondisi Karhutla dan kekeringan bisa segera teratasi,” harapnya.
Evaluasi ini sangat penting guna mencari solusi Terkait pelaksanaan penanganan dan enanggulangan di lapangan, Bupati mengingatkan agar penggunaan anggaran dalam penanganan bencana ini dilakukan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran, mengingat adanya keterbatasan yang ada.
“Ketersediaan anggaran kita terbatas. Karena itu, gunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Lebih jauh, Wiyatno menegaskan pentingnya memperkuat sistem kesiapsiagaan jangka panjang. Penanganan ke depan tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman saat kebakaran sudah terjadi, melainkan memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana jauh sebelum memasuki musim rawan kebakaran.
“Ke depan, seluruh sarana dan prasarana harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai ketika terjadi Karhutla, peralatan yang dibutuhkan justru belum siap. Kita harus siap sebelum bencana terjadi — personel terlatih dan fasilitas memadai, sehingga ketika terjadi kebakaran, semuanya siap bergerak cepat,” tandasnya.
Di akhir pertemuan, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh Tim gabungan dan elemen yang telah bekerja keras di garda terdepan penanganan bencana — mulai dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, hingga masyarakat luas yang turut berpartisipasi aktif.
Informasi penting dari BMKG,BNPB serta pihak terkait lainnya harus tetap kita perhatikan dalam rangka deteksi dini yang berkaitan dengan bencana dan dampaknya.uhkps












