Berita

Waspada Puncak Kemarau Akhir September, BPBD Kapuas Latih Petugas Karhutla Bersama PT Lifere Agro Kapuas

×

Waspada Puncak Kemarau Akhir September, BPBD Kapuas Latih Petugas Karhutla Bersama PT Lifere Agro Kapuas

Share this article
Waspada Puncak Kemarau Akhir September, BPBD Kapuas Latih Petugas Karhutla Bersama PT Lifere Agro Kapuas

Kapuas, pojokindonesia.com – Menyikapi prakiraan BMKG yang menyatakan puncak musim kemarau tahun ini akan tiba pada akhir September mendatang, potensi meningkatnya bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kapuas bersinergi dengan Manggala Agni serta menggandeng perusahaan perkebunan di wilayah setempat, giat melaksanakan berbagai upaya pencegahan sekaligus mematangkan kesiapan relawan penanggulangan Karhutla. Salah satunya digelar bersama PT Lifere Agro Kapuas (PT LAK) di wilayah Kecamatan Dadahup, Kamis (29/07/2026).

Kegiatan berupa sosialisasi dan latihan gabungan pencegahan serta penanggulangan Karhutla ini disaksikan langsung oleh Kalaksa BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan S.Hut., MM yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana A Haris, Direktur PT LAK Tee Tong Heng, jajaran manajemen perusahaan, serta petugas pemadam yang ditugaskan pihak perusahaan.

Dalam kesempatannya, A Haris menjelaskan kegiatan ini bertujuan membekali keterampilan petugas yang ditunjuk PT LAK agar mampu menindaklanjuti kejadian sesuai prosedur dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Edukasi ini agar petugas terampil menangani Karhutla, sehingga penanggulangan berjalan tepat dan dampak kerugian bisa diminimalisir,” ujar Haris.

Sementara itu, Manajer Wilayah PT Lifere Agro Kapuas Deni Irawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPBD serta Manggala Agni Kapuas atas pelatihan yang diberikan. Ia menjelaskan areal perusahaan yang mencapai 16.000 hektar berbatasan langsung dengan 23 desa, sehingga pengawasan dan kesiapan menghadapi Karhutla menjadi prioritas.

“Kami telah menjalin kerja sama dengan warga sekitar desa di lingkungan areal perkebunan. Jika ditemukan tanda-tanda kebakaran, warga siap memberi informasi dan kami akan segera turun ke lokasi, sekaligus melapor ke BPBD dan Manggala Agni,” ungkap Deni.

Semua pihak berharap pelatihan ini membawa manfaat luas, serta kerja sama yang terjalin antar instansi dan pihak swasta dapat memperkuat upaya pencegahan Karhutla sejak dini di wilayah Kabupaten Kapuas. uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *