Bangunan Kampung Ketupat Dibongkar, Pemko Siapkan Konsep Baru — Tetap Pertahankan Nama Legendaris
Banjarmasin, pojokindonesia.com—
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai membongkar bangunan bambu di kawasan wisata Kampung Ketupat, Jalan Sungai Baru, Rabu (14/10/2026). Langkah ini bertujuan menata kembali kawasan yang lama terbengkalai agar lebih aman, rapi, dan bermanfaat sebagai ruang publik.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menjelaskan, penataan ulang berlangsung setelah pihak terkait mengembalikan aset kepada Pemkot. Verifikasi dinas menemukan lebih dari 60 persen bangunan sudah rusak parah dan berisiko.
“Aset ini sudah diserahkan kembali untuk dikelola pemerintah kota. Kerusakannya sudah di atas 60 persen dan cukup berisiko. Karena itu, kita tata ulang kawasan ini agar lebih baik,” ujar Yamin.
Ia juga menyampaikan, kawasan yang tidak terawat dikhawatirkan dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Pemko berencana menempatkan pos jaga bersama yang melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP.
Ke depan, Pemko akan berdiskusi dengan warga sekitar — termasuk ketua RT dan RW — menyusun rencana penataan. Kawasan ini akan menjadi ruang publik lengkap dengan taman, ruang baca, dan area bermain anak, sekaligus dikembangkan kembali sebagai destinasi wisata.
“Nama Kampung Ketupat kita pertahankan, karena identik dengan masyarakat penjual ketupat. Namun, bangunannya akan kita rombak dengan konsep Tugu Kampung Ketupat, sejalan semangat Banjarmasin Maju Sejahtera,” tambahnya.
Sekdako Banjarmasin Ichrom Muftezar juga mengungkapkan, Pemkot mencatat utang perusahaan pengelola selama tiga tahun sebesar Rp408 juta. Perusahaan telah menandatangani pernyataan utang dan mendapat keringanan pembayaran cicilan hingga Desember 2028.
“Mereka membayar minimal Rp12,5 juta per bulan. Kita pastikan pembayaran rutin agar seluruh utang lunas tepat waktu pada akhir 2028,” jelas Ichrom.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Banjarmasin Hendra menyampaikan, pihaknya fokus membongkar empat hingga lima bangunan pada tahap awal hari ini. Sekitar 50 personel gabungan akan mendukung proses penertiban secara bertahap.
“Hari ini kita kerjakan empat bangunan, jika memungkinkan sampai lima. Selanjutnya kita lanjutkan bertahap bersama tim gabungan,” ungkap Hendra.
Pemkot berharap penataan ulang ini mengembalikan fungsi Kampung Ketupat sebagai ruang publik yang aman, nyaman, bernilai wisata, dan mendukung aktivitas warga serta pelaku usaha lokal. (hus/kha)












