Banjarmasin, pojokindonesia.com – Kalimantan Selatan (Kalsel) sekarang benar-benar terancam titik api, rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), elain juga asap. Hal tersebut seiring tibanya musim kemarau, titik api di Kalsel dari hanya belasan titik, kini kian membanyak dan semakin merebak hingga mencapai 1.200 titik bahkan kemungkinan terus bertambah.
Titik api tersebar di kabupaten/kota, dan terparah adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Tapin.
Menyikapi hal itu, menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kalsel, Bambang Dedi Muliadi mengatakan, pihaknya tentu saja semakin meningkatkan kesiapsiagaan.
“Ada sejumlah langkah yang kami ambil, seperti mengusulkan kepada BMKG agar melakukan rekayasa cuaca, hujan buatan. Ini penting guna mengisi bendungan-bendungan dan sumber-sumber air, terlebih dekat Bandara Internasional Syamsudin Noor, namun untuk pastinya nanti ada keputuannya oleh Gubernur Kalsel pada 4 Agustus nanti,” ujar Bambang kepada wartawan, Kamis (31/7/2025).
Selain itu, sambung pria murah senyum ini, pihaknya sudah menyampaikan permohonan bantuan helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kita tinggal menunggu keputusan pusat. Kami masih menunggu,” imbuhnya.
Pemprov, ujarnya sudah mengusulkan bantuan helikopter ke BNPB sebanyak enam unit. Lima helikopter water bombing dan satu helikopter patroli.
“Tetapi itu saja tidak cukup, makanya kami mesti memiliki peralatan, sarana dan prasarana, termasuk perlatan untuk mengatasi karhutla,” kata mantan wartawan ini.
Terpenting lagi adalah, pihaknya telah memiliki SDM atau 33 orang tenaga kebencanaan yang handal dan bersertifikasi internasional Tingkat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
“Jadi, jika ada negara tetangga ASEAN yang meminta bantuan, kita sangat siap membantu atau diperbantukan,” katanya. (Kha)












