Berita

Kordinasi Percepatan Olah Lahan dan Tanam Menuju Swasembada Pangan digelar

×

Kordinasi Percepatan Olah Lahan dan Tanam Menuju Swasembada Pangan digelar

Share this article
Kordinasi Percepatan Olah Lahan dan Tanam Menuju Swasembada Pangan digelar

Kapuas, pojokindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Olah Lahan dan Tanam pada lokasi cetak sawah, optimalisasi lahan (oplah), serta lahan sawah reguler, Rabu (21/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Kapuas.

Bupati Kapuas melalui sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Kapuas, Dodo, SP., M.A., menyampaikan bahwa Kabupaten Kapuas memiliki 17 kecamatan, terdiri dari 12 kecamatan pasang surut dan lima kecamatan nonpasang surut. Wilayah tersebut dinilai sangat potensial dan strategis untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan.

Dalam enam tahun terakhir, kontribusi sektor tanaman pangan, khususnya padi, menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata kontribusi 40–45 persen terhadap produksi pangan di Kalimantan Tengah. Kabupaten Kapuas dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan dan berperan sebagai lumbung pangan daerah.

Selain itu, Kabupaten Kapuas juga termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Melalui program ini, Kapuas diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, mengingat ketersediaan dan potensi lahan yang masih luas.

Berdasarkan data ATR/BPN, luas lahan baku sawah di Kabupaten Kapuas mencapai 45.012 hektare. Pada tahun 2025, target Luas Tambah Tanam (LTT) ditetapkan sebesar 70.000 hektare dan berhasil direalisasikan sebesar 69.620,54 hektare atau 99,45 persen dari target.

Namun demikian, pengembangan padi di Kabupaten Kapuas masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan alat dan mesin pertanian, perlunya perbaikan jaringan irigasi tersier, pembangunan jalan usaha tani, serta revitalisasi lahan cetak sawah yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kapuas mendorong strategi pengelolaan yang komprehensif dan kolaboratif melalui optimalisasi sumber daya serta penerapan teknologi tepat guna. Upaya ini juga mencakup penguatan penggunaan varietas padi lokal yang saat ini masih mendominasi lebih dari 80 persen lahan pertanian.

Sentra utama produksi padi berada di Kecamatan Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Kawasan ini mencakup sekitar 57,3 persen dari total luas lahan baku sawah dan menyumbang 67,12 persen produksi padi Kabupaten Kapuas, dengan Indeks Pertanaman (IP) rata-rata 1,63, lebih tinggi dari IP kabupaten.

Dalam mendukung pengembangan kawasan tersebut, pemerintah daerah mengusulkan kegiatan cetak sawah seluas 4.471 hektare melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian. Pemkab Kapuas juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan bantuan alat dan mesin pertanian sepanjang 2025.

Bantuan tersebut meliputi traktor roda dua sebanyak 152 unit, traktor roda empat 15 unit, combine harvester 94 unit, power thresher 25 unit, rice transplanter 63 unit, serta drone pertanian 12 unit, termasuk bantuan sarana produksi pertanian untuk program Cetak Sawah Rakyat dan optimalisasi lahan.

Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap percepatan program olah lahan dan tanam padi ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat peran Kapuas sebagai lumbung pangan regional dan nasional. uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *