BANJARMASIN, pojokindonesia.com – Upaya menangkal hoaks tidak selalu dilakukan lewat forum formal. Di Kalimantan Selatan, pendekatan berbeda justru ditunjukkan Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, dengan mengajak insan pers “Gerak Bersama” dalam suasana santai dan penuh keakraban, Selasa (5/5/2026).
Mengambil rute di kawasan Siring Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Kapten Piere Tendean, kegiatan ini bukan sekadar olahraga bersama, tetapi menjadi ruang interaksi informal antara TNI dan media. Start dan finis dipusatkan di halaman Makorem 101/Antasari.
Di tengah suasana santai, pesan serius disampaikan: melawan hoaks membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang kuat antara TNI dan pers.
“TNI tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan media untuk menyampaikan informasi yang benar, edukatif, dan membangun,” ujar Pangdam.
Pendekatan humanis ini dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital, terutama di media sosial yang kerap dipenuhi konten tidak terverifikasi. Dalam konteks tersebut, media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab.
Pangdam menegaskan bahwa peran media sebagai penyaring informasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah.
“Banyak informasi yang tidak benar beredar. Di sinilah peran media untuk memastikan setiap berita yang disampaikan sudah teruji dan berdampak positif,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat posisi media sebagai mitra strategis TNI, tidak hanya dalam penyebaran informasi, tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah.
Salah satu yang disinggung adalah rencana pembangunan Markas Kodam di Kalimantan Selatan yang ditargetkan rampung pada 2027, sebagai hasil sinergi pemerintah pusat dan daerah.
Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie, menilai pendekatan nonformal seperti ini efektif dalam membangun kepercayaan dan mengurangi potensi kesalahpahaman antara institusi dan media.
“Komunikasi yang cair seperti ini penting. Dengan begitu, informasi yang disampaikan ke publik bisa lebih objektif dan berimbang,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti Danrem 101/Antasari, jajaran pejabat Kodam, serta puluhan wartawan ini ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui hiburan, pembagian doorprize, dan sesi foto bersama.
Lebih dari sekadar olahraga, “Gerak Bersama” menjadi simbol bahwa menjaga ruang informasi yang sehat membutuhkan langkah bersama—bukan hanya secara institusional, tetapi juga secara personal dan humanis.
ahim












