Berita

Penutupan Tiwah Tahawa di Meriahkan Acara Hiburan Rakyat Oleh Panitia Bersama Artis Lokal

×

Penutupan Tiwah Tahawa di Meriahkan Acara Hiburan Rakyat Oleh Panitia Bersama Artis Lokal

Share this article
Penutupan Tiwah Tahawa di Meriahkan Acara Hiburan Rakyat Oleh Panitia Bersama Artis Lokal

PULANG PISAU, pojokindonesia.com – Rangkaian ritual Tiwah di Desa Tahawa, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, akan segera berakhir. Prosesi adat masyarakat Dayak tersebut dijadwalkan ditutup dengan acara perpisahan panitia sekaligus malam hiburan rakyat pada Sabtu (13/6/2026).

Ketua Panitia Tiwah, Tugas B Sia, saat dikonfirmasi di Desa Tahawa, Rabu (10/6/2026), membenarkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Ya, karena sudah ditetapkan, acaranya tidak bergeser,” ujarnya.

Malam hiburan rakyat tersebut akan dimeriahkan sejumlah artis lokal dan penampilan musik organ tunggal. Beberapa penyanyi yang dijadwalkan tampil antara lain Amel, Deri Saputra, Septi Filadelfia, Rena, dan Evi. Selain itu, acara juga akan menghadirkan penampilan spesial dari DJ Getzy Fortuna.

Sebelum prosesi penutupan, masih terdapat sejumlah tahapan ritual adat yang harus dilaksanakan. Salah seorang balian menjelaskan bahwa rangkaian berikutnya meliputi prosesi alem tuh balian manarung, sahur parapah, dan dilanjutkan dengan balaku untung sebelum pemulangan balian.

Keterangan tersebut turut dibenarkan oleh Ketua Panitia Tugas B Sia.

Selain menjadi peristiwa adat dan spiritual yang penting bagi masyarakat Dayak, pelaksanaan Tiwah yang berlangsung hampir satu setengah bulan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Selama kegiatan berlangsung, puluhan pelaku usaha mikro dan pedagang kuliner memanfaatkan momentum tersebut untuk berjualan di kawasan acara hingga area balai adat. Tidak hanya berasal dari Desa Tahawa dan wilayah Kahayan Tengah, sejumlah pedagang juga datang dari Kota Palangka Raya dan daerah lainnya.

Salah seorang pedagang kuliner, Herlina atau yang akrab disapa Mama Zainap (35), mengaku penjualan makanan dan minuman mengalami peningkatan selama pelaksanaan Tiwah.

“Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung cukup banyak makanan dan minuman yang terjual,” ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan pedagang lainnya, Suka Erawati, yang datang dari Kota Palangka Raya untuk membuka lapak di lokasi kegiatan.

Keberadaan para pedagang tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Tiwah tidak hanya memiliki nilai budaya dan religius, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal. (ryt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *