Kapuas, pojokindonesia.com – Bundaran direncanakan berdiri di Simpang Lima, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas pada tahu n anggaran 2027 oleh Dinas PUPR. Proyek ini diharapkan menjadi simbol pemerataan pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota.
Camat Timpah Jonnie, S.T., M.M., menyatakan dukungan penuh pemerintah kecamatan dan warga, namun menegaskan masih menunggu desain resmi dari PUPR. Kejelasan bentuk, ukuran, titik lokasi, dan luas lahan yang terdampak sangat penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan tanah warga.
“Kami mendukung, tapi belum ada konfirmasi desainnya seperti apa. Kami menunggu desainnya dulu disampaikan, titiknya di mana, tanah warga yang kena berapa meter,” ujar Jonnie, Jumat (4/9/2026).
Komunikasi awal dengan pemerintah desa sudah dilakukan. Jika ada tanah warga yang terdampak, penyelesaiannya akan dibahas sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk kemungkinan skema hibah kepada pemerintah daerah.
Simpang Lima Timpah memiliki posisi sangat strategis, menghubungkan jalur ke Buntok, Muara Teweh, Banjarmasin, hingga IKN. Kehadiran bundaran nantinya akan menjadi penanda identitas wilayah sekaligus bukti bahwa pembangunan merata hingga ke pelosok desa.
“Orang dari Buntok masuk ke Kapuas, tidak merasa ini ujung Kabupaten Kapuas. Tapi Kapuas-nya kelihatan. Ini pemerataan pembangunan, bukan hanya di kota saja,” tegas Jonnie.
Kini pemerintah kecamatan menunggu desain teknis resmi dari PUPR sebagai dasar komunikasi lanjutan dengan warga.uhkps












