Marabahan, pojokindonesia.com – Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melaksanakan kegiatan Susur Sungai Barito guna memetakan potensi strategis kawasan sungai sebagai langkah penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong kemandirian daerah.
Kegiatan dimulai dari Dermaga Siring Ulek Marabahan dan dilanjutkan dengan peninjauan lahan di kawasan Jembatan Barito yang direncanakan sebagai lokasi Barito Kuala Bersholawat sekaligus titik strategis perayaan Hari Jadi Kabupaten Barito Kuala.
Bupati Bahrul Ilmi menyampaikan bahwa susur sungai ini bertujuan melihat langsung potensi yang dapat dikembangkan, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun pemanfaatan ruang kawasan sungai secara berkelanjutan.
“Kita bersama-sama melihat potensi yang bisa dikembangkan, sekaligus meninjau lahan persiapan Barito Kuala Bersholawat. Mudah-mudahan Batola semakin mendapatkan keberkahan,” ujarnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Barito Kuala, Dr. Andrianto Budi Santoso, menegaskan dukungan Forkopimda dalam upaya pemetaan potensi daerah. Menurutnya, kawasan sungai memiliki peluang besar untuk dioptimalkan sebagai sumber peningkatan PAD.
Hal senada disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Marabahan yang menilai masih banyak potensi di sepanjang Sungai Barito yang dapat dikembangkan melalui pembenahan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Barito Kuala, Kompol Suroto, menilai kegiatan tersebut sebagai progres positif bagi pengembangan wilayah. Ia berharap Sungai Barito dapat menjadi destinasi wisata baru yang berkontribusi terhadap pendapatan daerah secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Barito Kuala, H. Zulkipli Yadi Noor, menegaskan bahwa Sungai Barito merupakan potensi terbesar daerah. Oleh karena itu, keterlibatan Forkopimda dalam susur sungai ini diharapkan dapat merumuskan arah pengembangan yang tepat dan terintegrasi.
Agenda susur sungai kemudian dilanjutkan ke Pulau Curiak dengan mengunjungi Stasiun Riset Bekantan dan Lahan Basah. Rombongan berdialog dengan Founder Sahabat Bekantan Indonesia, Amalia Rezeki, membahas komitmen pelestarian bekantan sebagai satwa endemik Kalimantan Selatan dengan tetap menjaga prinsip keberlanjutan ekologis.
Kegiatan ini menjadi simbol sinergi lintas sektor dalam memetakan potensi daerah sekaligus langkah awal menuju Barito Kuala yang lebih mandiri, maju, dan berkelanjutan.












