PENAJAM, pojokindonesia.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, mendesak untuk kembali diprioritaskan pemerintah pusat.
Proyek itu disebut berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di dua kabupaten sekaligus.
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, mengatakan bendung Telake dirancang untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian yang selama ini bergantung pada curah hujan. Dengan suplai air yang stabil, perluasan areal tanam hingga peningkatan produktivitas padi diyakini dapat tercapai.
“Jika Telake diprioritaskan, dampaknya langsung terasa. Hasil panen bisa meningkat signifikan bagi petani PPU maupun Paser,” ucapnya, Minggu (30/11/2025).
Ia menambahkan, keberadaan bendung tersebut diharapkan mampu menekan alih fungsi lahan, khususnya di Kecamatan Babulu yang selama ini menjadi sentra padi di Kalimantan Timur. Minimnya pasokan air membuat sebagian petani beralih ke komoditas lain seperti sawit dan karet hingga ratusan hektare.
“Masalah pokoknya sederhana: air tidak tersedia. Sistem tadah hujan membuat pola tanam tidak menentu. Jika irigasi terbangun, petani tidak akan meninggalkan sawah,” bebernya.
Rencana pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake telah bergulir sejak beberapa tahun lalu. Pada 2020, Pemerintah Provinsi Kaltim menerbitkan SK penetapan lokasi seluas 74,307 hektare yang meliputi wilayah PPU dan Paser. Proses sosialisasi serta pembebasan lahan juga telah dilakukan bersama pemerintah kabupaten setempat dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV.
Pada Januari 2021, Kementerian PUPR sempat menayangkan tender proyek dengan pagu Rp759,8 miliar melalui LPSE. Namun proses tersebut dibatalkan karena anggaran dialihkan untuk pembangunan Intake Sungai Sepaku di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan kondisi pertanian yang semakin bergantung pada ketersediaan air, Distan PPU berharap pemerintah pusat kembali menempatkan Telake sebagai proyek prioritas.
Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, bendung tersebut dinilai strategis dalam menjaga stabilitas produksi pertanian di wilayah selatan Kaltim. (RAH/ADV)












