Kab Kapuas

Hadapi Inflasi & Tantangan Daerah, Pemkab Kapuas Genapi 9 Langkah Konkret Pengendalian Harga

×

Hadapi Inflasi & Tantangan Daerah, Pemkab Kapuas Genapi 9 Langkah Konkret Pengendalian Harga

Share this article
Hadapi Inflasi & Tantangan Daerah, Pemkab Kapuas Genapi 9 Langkah Konkret Pengendalian Harga

KAPUAS, pojokindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Kapuas bergerak cepat merespons arahan Kementerian Dalam Negeri RI terkait kewaspadaan angka inflasi daerah yang tercatat di posisi 3,19 persen. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Selasa (22/09/2026).

Bupati Kapuas HM Wiyatno menegaskan, penanganan inflasi saat ini berjalan di tengah situasi yang kompleks dan penuh tantangan — mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan, kemarau panjang, ketersediaan air bersih, hingga gangguan pasokan bahan bakar serta pemadaman listrik. Oleh karena itu, sinergi dan kebersamaan seluruh elemen TPID menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga serta kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi yang kita hadapi cukup kompleks, namun pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi yang utama. Kita sikapi situasi ini dengan kebersamaan dan kerja tim agar beban yang dirasakan masyarakat semakin ringan,” ujar Bupati HM Wiyatno.

Sebagai bentuk intervensi nyata di lapangan, Pemkab Kapuas telah menyalurkan sekitar 4.000 paket sembako di Kecamatan Timpah dan Kecamatan Kapuas Tengah guna menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga mengerahkan petugas Damkar serta BPBD untuk mendistribusikan air bersih ke pemukiman warga, serta merelokasi sementara pusat perdagangan pasar ikan dan daging ke Pelabuhan Danau Mare — langkah yang menjamin kelancaran arus barang hingga 30 ton ikan dan 15 ton daging ayam setiap harinya, sekaligus menyiapkan pembangunan Pasar Ikan dan Dermaga permanen yang terhubung kawasan Waterfront City pada tahun anggaran 2027.

Menindaklanjuti arahan Kemendagri, Pemkab Kapuas secara resmi menyetujui dan segera mengerahkan dua instrumen tambahan: penyerapan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta pemberian subsidi transportasi guna menekan biaya distribusi kebutuhan pokok. Dengan demikian, Kabupaten Kapuas kini telah melengkapi sembilan langkah konkret pengendalian inflasi secara utuh — sebelumnya telah rutin menjalankan pemantauan harga & stok, rapat teknis TPID, menjaga pasokan, pencanangan gerakan menanam, operasi pasar murah, sidak pasar, serta koordinasi dengan daerah penghasil.

Berdasarkan hasil pemantauan harga hingga 14 September 2026, sebagian besar kebutuhan pokok bergerak relatif stabil — beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, daging sapi, dan ikan terkendali baik. Namun sejumlah komoditas tetap berada dalam kategori waspada: cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, serta telur ayam ras. Fluktuasi ini terus dipantau ketat menjelang akhir tahun yang biasanya diiringi peningkatan permintaan konsumsi.

Pemerintah Kabupaten Kapuas terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Bulog, perbankan, serta pelaku usaha. Semua pihak berkomitmen menjaga pasokan tetap aman, rantai distribusi lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat.uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *