KUALA KAPUAS, pojokindonesia.com – Pembangunan ruas jalan penghubung Kapuas–Batola mulai memunculkan optimisme baru bagi warga desa yang akan dilewati jalur tersebut. Proyek infrastruktur yang dikerjakan bertahap ini dinilai akan menjadi katalis perubahan ekonomi di sedikitnya 10 desa di wilayah perbatasan Kalteng–Kalsel.
Anggota DPRD Kapuas, Lawin, menyebut upaya Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno dalam mendorong percepatan pembangunan jalan tersebut sebagai langkah strategis untuk membuka isolasi desa. Namun, menurutnya, poin terpenting dari proyek ini adalah dampak langsung yang akan dirasakan masyarakat, bukan semata program pembangunan fisik.
“Bagi warga desa, hadirnya jalan yang layak itu berarti perubahan. Mobilitas yang dulu memakan waktu panjang kini bisa dipangkas, biaya distribusi turun, dan peluang usaha baru terbuka,” jelas Lawin, Rabu (12/11).
Ia mencontohkan beberapa desa yang selama ini mengandalkan pertanian dan perkebunan, namun kesulitan menjual hasil panen karena kondisi jalan yang rusak. Dengan pengaspalan 20 kilometer yang ditargetkan rampung tahun 2025, jalur ini dapat menjadi koridor ekonomi baru, menghubungkan pusat produksi di Kapuas dengan pasar-pasar di Barito Kuala dan sekitarnya.
Menurut Lawin, pemerintah daerah tidak sekadar membangun konektivitas, tetapi juga menyiapkan fondasi pemerataan kesejahteraan. “Infrastruktur seperti ini bekerja sebagai stimulan ekonomi. Begitu akses dibuka, nilai lahan meningkat, investasi desa berpotensi masuk, dan destinasi wisata lokal lebih mudah dikembangkan,” ujarnya.
Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan ruas jalan dan jembatan penghubung Kapuas–Batola akan diselesaikan secara bertahap hingga seluruh jalur dapat berfungsi optimal. Tahun depan, sekitar 10 kilometer sisa jalan dijadwalkan kembali digarap.
Lawin menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas publik yang dibangun. “Jalan ini dibangun untuk masyarakat. Karena itu, kesadaran bersama untuk menjaga hasil pembangunan sangat penting agar manfaatnya terus dirasakan,” katanya.
Dengan terbukanya akses antarprovinsi itu, DPRD Kapuas berharap pertumbuhan ekonomi desa semakin cepat, distribusi barang semakin efisien, dan kualitas hidup masyarakat meningkat. uhkps












