Berita

“Jika tak Ingin Celaka, Jangan Sia-Siakan Umur Kita”

×

“Jika tak Ingin Celaka, Jangan Sia-Siakan Umur Kita”

Share this article
“Jika tak Ingin Celaka, Jangan Sia-Siakan Umur Kita”

“Jika tak Ingin Celaka, Jangan Sia-Siakan Umur Kita”

Banjarmasin, pojokindonesia.com

Dalam kehidupan sehari-hari, tampak begitu banyak orang yang membuang-buang waktu dengan sia-sia oleh permainan dunia dan hal-hal-hal tak berguna. Sibuk dengan sesuatu yang tak bermakna, terutama bagi kehidupannya kelak di akhirat.

“Padahal, betapa berharganya waktu kita yang Allah berikan; betapa berharganya usia kita, satu kali tarikan nafas kita nilainya sangat mahal, karena itu jangan sia-siakan waktu dan umur kita,” kata Tuan Guru H Mahyuni Nafiah, Ahad pagi (20/9/2026).

Dia mengungkapkan hal itu di hadapan jamaah pengajian rutin kitab Tuhfatur Raghibin, sebuah risalah pelajaran ilmu tasawuf karangan al-Haji Muhammad Sarni bin al-Haji Jarmani bin al-Haji Muhammaad Shadiq al-Alaby di Masjid Nurul Ikhlas Jalan Pramuka/Pembina Banjarmasin.

Menurut Guru Mahyuni, banyak orang asyik dan terlena mengejar kemuliaan dunia, baik jabatan maupun perniagaan. Jika dua hal itu ia dapatkan tanpa menghubungkannya dengan kehidupan akhirat kelak, maka dia sungguh-sungguh dalam keadaan merugi dan akan sangat menyesal.

“Terkecuali dengan jabatan dan bisnisnya itu dia gunakan untuk bekal kehidupan akhirat, semisal memperbanyak berinfaq dan bersedekah atau beramal jariyah,” ujarnya menjelaskan.

Mahyuni mengingatkan, urusan akhirat itu jauh lebih penting, lebih besar, lebih dahsyat. Karena itu, hendaknya setiap orang pa*ndai mengelola waktunya. Kapan bekerja atau mencari nafkah, kapan mempelajari ilmu-ilmu atau duduk di majelis ta’lim, kapan beramal ibadah, kapan beramal sosial, dsb.

“Jadikan waktu yang Allah berikan itu berkah, tidak terbuang begitu saja. Ada waktu yang istimewa tapi pendek seperti antara Maghrib dan Isya, maka isilah wakktu istimewa tersebut amaliyah ibadah dan/atau hadir di majelis ilmu,” anjurnya.

Sekali lagi, lanjut Guru Mahyuni, jangan sia-siakan waktu dann umur, karena hal itu merupakan salah satu tanda kelak di akhirat akan celaka. “Bagi pengejar kemuliaan di dunia, boleh jadi Allah kabulkan, namun derajatnya di akhirat malah Allah pelorotkan,”  pungkasnya. (kha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *