Berita

Kapuas Teguhkan Posisi Lumbung Padi Nasional: Panen Raya 25.817 Hektare, Harga Gabah Lampaui HPP

×

Kapuas Teguhkan Posisi Lumbung Padi Nasional: Panen Raya 25.817 Hektare, Harga Gabah Lampaui HPP

Share this article
Kapuas Teguhkan Posisi Lumbung Padi Nasional: Panen Raya 25.817 Hektare, Harga Gabah Lampaui HPP

Kapuas, pojokindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali menegaskan komitmen kuat mendukung swasembada pangan nasional, dengan melaksanakan Panen Raya Padi seluas 25.817 hektare yang dipusatkan di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Rabu (8/7/2026). Berbarengan dengan itu, turut diluncurkan pembangunan Dermaga Water Front City.

Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Pangdam XII/Tanjungpura, serta jajaran Forkopimda provinsi dan kabupaten.

Bupati Kapuas HM Muhammad Wiyatno menyampaikan, langkah ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan swasembada pangan, guna mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kemandirian bangsa.

“Panen raya kali ini tersebar di empat kecamatan unggulan: Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur. Kawasan ini merupakan jantung produksi padi Kapuas, mencakup 57,3 persen dari total Lahan Baku Sawah dan menyumbang 67,12 persen produksi daerah, dengan Indeks Pertanaman mencapai 1,63 — lebih tinggi dari rata-rata kabupaten lain,” ujar Wiyatno.

Kapuas kini juga ditetapkan sebagai Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) atau bekas Food Estate, yang menjadi prioritas proyek strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029 melalui program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan.

“Kabupaten Kapuas menyumbang tak kurang dari 45 persen total produksi padi se-Kalimantan Tengah. Dengan luas Lahan Baku Sawah mencapai 45.012 hektare dan potensi lahan yang masih luas, kami optimis terus berkontribusi besar bagi target nasional,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, turut diserahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI untuk mendukung cetak sawah dan optimalisasi lahan tahun 2026: 57 unit rotavator, 488 unit handtraktor, 95 unit pompa air, hingga 213 unit hand sprayer. Khusus untuk Brigade Pangan di empat desa sentra, juga diserahkan alsintan tambahan guna mengoptimalkan lahan seluas 3.816 hektare.

Kabar menggembirakan, harga Gabah Kering Panen (GKP) di lapangan saat ini mencapai Rp7.000–Rp7.300 per kilogram, lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Rp6.500/kg, sehingga petani mendapatkan keuntungan lebih layak.

“Kami ingin Kapuas tak sekadar dikenal sebagai lumbung pangan Kalteng, tapi menjadi kebanggaan lumbung padi nasional. Ini wujud nyata kontribusi Kapuas menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Bupati.uhkps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *