Berita

Pemko Dorong Integrasi Lebih dari 100 Sistem Digital

×

Pemko Dorong Integrasi Lebih dari 100 Sistem Digital

Share this article
Pemko Dorong Integrasi Lebih dari 100 Sistem Digital

Pimpin Apel Perdana di Balai Kota, Kadis Kominfotik Banjarmasin Fokus Integrasikan 100 Lebih Sistem Digital

BANJARMASIN, pojokindonesia.com —

Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengubah arah pengembangan digital pemerintahan. Alih-alih terus menambah aplikasi, Pemko Banjarmasin kini justru mendorong integrasi lebih dari 100 sistem digital yang telah tersedia agar dapat bekerja dalam satu ekosistem pemerintahan yang lebih efektif dan terpadu.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, mengatakan hal itu saat memimpin apel pagi sebagai pembina apel di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (13/8/2026).

Di hadapan jajaran aparatur Pemerintah Kota Banjarmasin, Febpry mengatakan Diskominfotik saat ini memprioritaskan dua agenda utama untuk memperkuat fondasi digital pemerintahan. Keduanya adalah melakukan asesmen jaringan internet di lingkungan perangkat daerah serta memetakan dan menata lebih dari 100 sistem digital yang telah Pemko Banjarmasin kembangkan.

“Saat ini kami sedang mengadakan asesmen terhadap jaringan-jaringan internet yang ada di lingkup SKPD. Harapannya, distribusi internet yang ada di SKPD tidak mengalami kendala,” ujar Febpry.

Menurutnya, asesmen perlu untuk memastikan konektivitas digital di lingkungan perangkat daerah berjalan optimal. Dari pemetaan awal, persoalan yang kerap pihaknya temukan tidak seluruhnya berkaitan dengan koneksi internet. Pada sejumlah titik, kendala justru terdapat pada perangkat pendukung yang masing-masing SKPD gunakan.

“Beberapa hasil asesmen terkait jaringan internet sebenarnya tidak ada masalah. Kemungkinan ada problem pada perangkat-perangkat yang ada di setiap SKPD,” katanya.

Karena itu, pembenahan infrastruktur digital tidak hanya pada kualitas koneksi internet, tetapi juga pada kesiapan perangkat pendukung agar mampu menunjang aktivitas pemerintahan yang semakin bergantung pada sistem digital.

Lebih dari 100 Sistem Digital Ditata

Selain memperkuat jaringan, Diskominfotik juga tengah melakukan pemetaan dan konsolidasi terhadap lebih dari 100 sistem dan aplikasi digital yang telah Pemko Banjarmasin kembangkan di lingkungannya.

Pemetaan untuk melihat fungsi, penggunaan, serta peluang integrasi antarsistem. Sistem dengan fungsi atau karakteristik yang beririsan akan ada pengelompokan dan pengarahan untuk terhubung dalam ekosistem digital yang lebih terpadu.

“Kami sedang melakukan grouping beberapa aplikasi yang mempunyai topologi yang sama. Artinya, kami sedang fokus mengerjakan beberapa dashboard yang menjadikan aplikasi itu satu kesatuan,” ujar Febpry.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar sistem digital pemerintah tidak berkembang secara terpisah-pisah. Integrasi dia harapkan dapat mengurangi tumpang tindih fungsi, menyederhanakan pengelolaan sistem, sekaligus memudahkan pemanfaatan data dan informasi.

Karena itu, pengembangan aplikasi baru untuk sementara belum menjadi prioritas Diskominfotik.

“Kami mohon maaf jika ada bapak- ibu yang mengajukan pembuatan aplikasi baru sementara kami pending dulu. Saat ini kami fokus untuk mengerjakan beberapa dashboard yang menjadikan aplikasi itu satu kesatuan,” tuturnya.

Kebijakan tersebut menandai perubahan pendekatan dalam pengembangan digital pemerintahan di Banjarmasin. Ukuran keberhasilan transformasi digital tidak lagi semata-mata terlihat dari banyaknya memiliki aplikasi, tetapi dari sejauh mana sistem tersebut penggunaannya secara efektif, saling terhubung, memiliki fungsi yang jelas, serta memberikan dukungan nyata terhadap proses pemerintahan.

Membangun Ekosistem Digital Pemerintahan

Integrasi sistem juga akan membuat pengelolaan teknologi informasi di lingkungan pemerintah daerah menjadi lebih sederhana dan terarah.

Dengan sistem yang saling terhubung, kebutuhan untuk mengelola berbagai aplikasi secara terpisah dapat Pemko tekan. Pada saat yang sama, pemanfaatan data dan informasi pemerintahan dapat melakukan secara lebih terstruktur untuk mendukung pengambilan keputusan maupun pelayanan publik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Banjarmasin membangun ekosistem pemerintahan digital yang tidak hanya bertumpu pada aplikasi, tetapi juga pada infrastruktur, konektivitas, data, dan interoperabilitas antarsistem.

Salah satu fondasi yang telah dikembangkan adalah Portal Satu Data Kota Banjarmasin, yang menjadi platform dalam pengelolaan dan publikasi data sektoral pemerintah daerah.

Dengan demikian, asesmen jaringan dan konsolidasi lebih dari 100 sistem digital akan Pemko tempatkan sebagai dua bagian yang saling berkaitan dalam penguatan fondasi digital pemerintahan.

Bagi Pemko Banjarmasin, agenda transformasi digital ke depan bukan lagi tentang seberapa banyak memiliki aplikasi, melainkan bagaimana teknologi yang sudah tersedia dapat bekerja secara terpadu, efisien, dan benar-benar memberikan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. (nov/kha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *