BeritaDaerah

Popda XVII Kaltim di PPU Resmi Ditutup, Balikpapan Raih Juara Umum

×

Popda XVII Kaltim di PPU Resmi Ditutup, Balikpapan Raih Juara Umum

Share this article
Popda XVII Kaltim di PPU Resmi Ditutup, Balikpapan Raih Juara Umum

PENAJAM, pojokindonesia.com – Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2025 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi berakhir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga PPU, Andi Singkerru, menutup rangkaian pertandingan yang berlangsung selama sepekan dengan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Dalam sambutannya, Andi menyampaikan terima kasih mewakili panitia atas kerja sama berbagai elemen sehingga Popda 2025 dapat berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa gelaran tahun ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah lahirnya potensi atlet muda Kaltim.

“Dengan tema Kolaborasi Prestasi Olahraga Mewujudkan Generasi Emas, kita berharap muncul talenta-talenta muda yang nantinya mampu bersaing hingga tingkat nasional dan internasional,” ucap dalam sambutannya, Kamis (27/11/2025).

Ia turut memberikan penghargaan kepada para wasit dan ofisial yang dinilai bekerja objektif dan profesional dalam memimpin jalannya pertandingan. Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang telah tampil penuh semangat dan menjunjung sportivitas.

Berdasarkan laporan resmi panitia, berikut hasil akhir perolehan medali Popda XVII Kaltim 2025:

Balikpapan – 59 emas, 57 perak, 58 perunggu (174)

Samarinda – 56 emas, 58 perak, 52 perunggu (166)

Kutai Kartanegara – 39 emas, 34 perak, 43 perunggu (116)

Bontang – 27 emas, 15 perak, 34 perunggu (76)

PPU – 20 emas, 20 perak, 35 perunggu (75)

Kutim – 12 emas, 13 perak, 29 perunggu (54)

Berau – 10 emas, 12 perak, 20 perunggu (42)

Paser – 7 emas, 17 perak, 31 perunggu (55)

Kubar – 1 emas, 4 perak, 16 perunggu (21)

Mahulu – 0 emas, 0 perak, 2 perunggu (2)

Andi menyebut pencapaian semua daerah merupakan buah dari kerja keras atlet yang membawa nama kabupaten/kota masing-masing, serta dukungan penuh dari kepala daerah.

Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama penyelenggaraan. Ia mengajak seluruh kontingen untuk menuntaskan segala perbedaan yang muncul selama pertandingan.

“Kita semua satu wilayah, satu daratan, satu Benua Etam. Biarkan perselisihan berakhir hari ini. Kita kembali menyongsong laga-laga berikutnya tanpa amarah dan tanpa dendam,” pungkasnya. (RAH/ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *