PENAJAM, pojokindonesia.com – Produktivitas padi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menunjukkan tren peningkatan signifikan, meskipun upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di daerah tersebut masih menghadapi berbagai kendala.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) PPU, Gunawan, menyebutkan bahwa hasil ubinan terbaru menunjukkan rata-rata produksi padi di Kecamatan Penajam mencapai 6,6 ton per hektare, sementara di Kecamatan Waru sebesar 6,3 ton per hektare.
“Capaian ini melampaui target nasional yang hanya berada di angka 4 ton per hektare. Ini menggambarkan produktivitas petani di PPU yang semakin membaik,” ujar Gunawan di Penajam, Jumat (4/4/2025).
Namun demikian, lanjutnya, peningkatan produktivitas belum sepenuhnya berdampak terhadap peningkatan indeks pertanaman. Target IP sebesar 2,5 masih sulit direalisasikan akibat sejumlah faktor teknis dan non-teknis.
Beberapa kendala yang dihadapi antara lain perubahan pola tanam dari dua kali menjadi tiga kali setahun, cuaca yang tidak menentu, serta kebiasaan petani menunda masa tanam setelah panen. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan sarana pengolahan pascapanen turut memengaruhi upaya peningkatan IP.
“Peningkatan IP membutuhkan perubahan perilaku tanam dan dukungan sarana yang memadai. Tanpa itu, IP 2,5 masih sulit dicapai,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa data produktivitas saat ini masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui metode ubinan dan pendekatan validasi lainnya.
“Hasil akhir akan ditentukan oleh BPS sebagai bagian dari sistem Satu Data Indonesia,” tegasnya.
Pemerintah Daerah (Pemda) diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap sistem pengelolaan pertanian berkelanjutan, termasuk penyediaan sarana produksi dan perbaikan manajemen tanam, agar peningkatan produktivitas dapat dibarengi dengan perbaikan sistem tanam secara menyeluruh. (ADV/RAH).












