BeritaDaerahPendidikanPress Release

Ratusan Mahasiswa Administrasi Bisnis ULM Siap Bangun Bisnis E-Commerce Usai Kuliah Umum

×

Ratusan Mahasiswa Administrasi Bisnis ULM Siap Bangun Bisnis E-Commerce Usai Kuliah Umum

Share this article
Ratusan Mahasiswa Administrasi Bisnis ULM Siap Bangun Bisnis E-Commerce Usai Kuliah Umum

Banjarmasin,pojokindonesia.com – Di tengah perubahan dunia kerja dan pesatnya ekonomi digital, mahasiswa tak lagi harus menunggu lulus untuk mulai membangun masa depan. Berbekal telepon genggam, laptop, keberanian, dan kemampuan membaca peluang, dunia usaha kini dapat dimulai bahkan dari bangku kuliah.

Semangat tersebut mewarnai Kuliah Umum FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bertajuk “Implementasi Teknologi Digital E-Commerce terhadap Peluang Bisnis”, yang diikuti ratusan mahasiswa Administrasi Bisnis, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan MAHANTIRA ini tidak hanya membahas e-commerce secara teoritis, tetapi juga mendorong mahasiswa berani mengambil langkah nyata untuk membangun penghasilan dan kemandirian sejak kuliah.

Dalam sambutannya, Dosen FISIP ULM Jurusan Administrasi Bisnis, Dr. Maryono, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa perkembangan teknologi perlu diarahkan menjadi peluang produktif bagi generasi muda.

“Kuliah umum ini merupakan implementasi nyata teknologi digital e-commerce terhadap peluang bisnis bagi mahasiswa. Melalui kerja sama dengan MAHANTIRA, mahasiswa diharapkan semakin mampu memanfaatkan HP dan laptop yang sudah menjadi bagian dari kehidupan Gen Z untuk memperoleh pendapatan dan membangun kemandirian finansial,” ujarnya.

Lepaskan “Handbrake”, Berani Bertumbuh

Suasana kuliah umum semakin hidup ketika pengusaha sekaligus business coach, Dr. H. Suyanto, CFP, mengajak mahasiswa memahami pentingnya growth mindset dan kekuatan unconscious mind dalam membangun keberanian berbisnis.

Menurutnya, hambatan terbesar seseorang untuk berkembang tidak selalu berasal dari kurangnya kesempatan, melainkan dapat muncul dari belief system yang membatasi dirinya sendiri.

“Banyak dari kita masih memiliki belief system yang menghambat pertumbuhan. Ibarat mobil, kita menekan gas sekuat-kuatnya, tetapi handbrake masih ditarik. Hari ini kita lepaskan handbrake itu. Kita dampingi mahasiswa untuk berani menulis sejarahnya sendiri dengan sebuah lompatan,” kata Suyanto.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dan teriakan “MERDEKA!” dari mahasiswa, membuat suasana ruangan semakin penuh energi.

Namun pesan yang dibawa lebih dalam dari sekadar membangun bisnis. Mahasiswa didorong untuk berani mengubah pola pikir: dari menunggu kesempatan menjadi menciptakan kesempatan.

Dari Bangku Kuliah, Mulai Bisnis Digital

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktis bersama Direktur MAHANTIRA sekaligus pelaku bisnis e-commerce, Gusti Fadhila Maulida, yang akrab disapa Acil Dhila.

Berangkat dari pengalamannya memulai bisnis sejak masih kuliah, Acil Dhila menjelaskan tahap demi tahap bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan ekosistem digital dan e-commerce untuk mulai membangun usaha tanpa harus meninggalkan kewajiban akademik.

Mahasiswa diperkenalkan pada cara melihat peluang, membangun pemasaran digital, memanfaatkan platform e-commerce, hingga pentingnya keberanian melakukan eksekusi.

Antusiasme semakin terasa dengan berbagai hadiah, uang tunai, dan barang yang dibagikan sepanjang kegiatan. Namun hadiah terbesar yang ingin ditinggalkan kegiatan tersebut bukanlah apa yang dibawa pulang mahasiswa hari itu, melainkan keberanian untuk memulai.

Sejumlah mahasiswa mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kegiatan. Ada yang ingin memperoleh penghasilan tanpa mengganggu perkuliahan, membangun bisnis sendiri agar lebih mandiri dari orang tua, hingga mengembangkan pengalaman dan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Dari Pencari Peluang Menjadi Pencipta Peluang

Perkembangan teknologi telah mengubah batas antara ruang belajar dan ruang usaha. Ponsel yang setiap hari berada dalam genggaman dapat menjadi etalase. Media sosial dapat menjadi ruang pemasaran. E-commerce dapat mempertemukan produk dengan konsumen tanpa dibatasi ruang.
Karena itu, mahasiswa tidak harus menunggu toga dikenakan untuk mulai belajar menjadi pelaku usaha.

Masa kuliah justru dapat menjadi laboratorium kehidupan: tempat mencoba, gagal, memperbaiki strategi, membangun jejaring, lalu mencoba kembali dengan pengetahuan yang lebih baik.

Melalui semangat GASPOLL, MAHANTIRA mengajak mahasiswa FISIP ULM untuk tidak sekadar menjadi penonton dan konsumen dalam transformasi digital, tetapi berani mengambil bagian sebagai generasi yang produktif dan menciptakan nilai ekonomi.

Sebab pertanyaan tentang masa depan tak lagi hanya, “Setelah lulus, saya akan bekerja di mana?”
Ada pertanyaan lain yang tak kalah penting:
“Apa yang sudah saya mulai bangun hari ini?”
Dari bangku kuliah, sebuah bisnis dapat dimulai. Dari sebuah keberanian, kemandirian dapat tumbuh. Dan dari mahasiswa yang dahulu mencari peluang, dapat lahir generasi baru yang justru menciptakan peluang bagi orang lain.

MAHANTIRA — Bersinergi untuk Indonesia lebih MERDEKA !!! ( SYT /*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *