BANJARMASIN, pojokindonesia.com – Persoalan banjir yang terus berulang di Kota Banjarmasin mendorong semua pihak duduk bersama mencari solusi. Pemerintah Kota Banjarmasin menerima audiensi terbuka di ruang rapat wali kota, Senin (6/4/2026), sebagai respons atas somasi warga negara (citizen lawsuit notice) yang dilayangkan akademisi dan pakar lingkungan.
Audiensi dipimpin Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, dan dihadiri para penggugat, di antaranya Hadin Muhjad dan Subhan Syarief, unsur pimpinan DPRD, jajaran SKPD, akademisi, serta pemerhati lingkungan.
Pertemuan ini menjadi forum terbuka untuk membahas akar persoalan banjir, mulai dari limpahan air, penurunan muka tanah, hingga dampak pasang laut yang semakin terasa.
“Ini bukan hanya soal hari ini, tetapi masa depan kota. Kami akan melanjutkan diskusi untuk merumuskan peta jalan, regulasi, dan langkah konkret agar persoalan banjir dapat ditangani secara menyeluruh,” ujar Yamin.
Ia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk melibatkan daerah penyangga di luar wilayah kota.
Pemerintah juga mulai menyinkronkan komitmen lintas sektor, meski diakui masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti tata ruang yang belum optimal, penyempitan sungai, serta ancaman penurunan permukaan tanah.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Banjarmasin akan membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dalam penyusunan regulasi jangka panjang.
Sementara itu, Subhan Syarief menyatakan bahwa langkah hukum tidak lagi menjadi prioritas setelah adanya kesepahaman bersama.
“Secara prinsip kami tidak melanjutkan gugatan. Kami sepakat untuk memperdalam usulan agar menjadi rujukan bersama dalam penanganan banjir,” ujarnya.
Ia menyebut empat poin utama yang disepakati, yakni penyusunan peta jalan jangka panjang, penataan ulang lingkungan dan sungai, pembentukan badan khusus pengelola air, serta penyusunan peraturan daerah berkelanjutan.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan solusi komprehensif, tidak hanya untuk mengatasi banjir musiman, tetapi juga menjawab ancaman jangka panjang di Kota Banjarmasin. kha












