Kab Kapuas

BMKG: Kabut Asap Selimuti Kapuas Hingga 7 Oktober; Hujan Belum Merata, Waspada Karhutla

×

BMKG: Kabut Asap Selimuti Kapuas Hingga 7 Oktober; Hujan Belum Merata, Waspada Karhutla

Share this article
BMKG: Kabut Asap Selimuti Kapuas Hingga 7 Oktober; Hujan Belum Merata, Waspada Karhutla

KUALA KAPUAS, pojokindonesia.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, periode 4–12 Oktober 2026, yang menunjukkan dominasi kabut dan asap di wilayah-wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sementara hujan belum merata turun hingga awal November .

Kabut Asap Menyelimuti Wilayah Terdampak Berat

Berdasarkan data BMKG, kondisi Kabut/Asap diprakirakan berlangsung hingga Rabu, 7 Oktober 2026 di kecamatan-kecamatan yang menjadi zona merah Karhutla :

– Mantangai — kabut/asap terus terjadi 4–7 Okt, suhu 22–34 °C, kelembapan 42–99%
​
– Timpah — kabut/asap 4–7 Okt, suhu 23–33 °C, kelembapan 47–99%
​
– Kapuas Tengah — kabut/asap 4–7 Okt, suhu 22–33 °C, kelembapan 52–99%
​
– Pasak Talawang — kabut/asap 4–7 Okt, kelembapan mencapai 56–99%
​
– Dadahup — kabut/asap 4–7 Okt, suhu 23–36 °C

Sementara kecamatan lain seperti Selat, Kapuas Hilir, Kapuas Timur, Basarang, dan sebagian besar wilayah lainnya didominasi Udara Kabur dengan suhu berkisar 22–38 °C dan kelembapan relatif rendah di siang hari (26–38%) .

“Kondisi kabut asap yang tercatat dalam prakiraan cuaca ini berkaitan erat dengan aktivitas Karhutla yang masih berlangsung. Partikel asap menumpuk di atmosfer, terutama di wilayah yang luas lahan terbakarnya paling besar.” — BMKG

Hujan Ringan Terbatas, Musim Hujan Baru Masuk November

Hujan ringan hanya tercatat di Kapuas Hulu dan Mandau Talawang pada Minggu, 4 Oktober, namun tidak berlangsung berkelanjutan . Mulai Kamis, 8 Oktober, cuaca berangsur menjadi Berawan hingga Cerah Berawan, namun intensitas hujan belum cukup untuk memadamkan api secara menyeluruh .

Sebelumnya, BMKG telah mengonfirmasi bahwa El Nino sangat kuat (anomali suhu muka laut +2,63 °C pada JAS 2026) akan bertahan hingga awal 2027, sehingga musim hujan di sebagian besar wilayah baru akan masuk secara bertahap mulai November 2026 .

Posko Darurat: Luas Terbakar Capai 3.573 Hektar

Kepala Pelaksana BPBD Kapuas sekaligus Ketua Harian Posko Darurat, Pangeran S. Pandiangan, mencatat luas lahan terbakar sejak Januari hingga awal Oktober mencapai 3.573,74 hektar, dengan Kecamatan Mantangai menyumbang angka terbesar diikuti Dadahup, Kapuas Timur, dan Timpah.

“Kondisi cuaca yang masih kering, suhu tinggi, serta kehadiran kabut asap yang tidak diikuti hujan lebat membuat pemadaman menjadi sulit. Kita butuh curah hujan yang konsisten, bukan sekadar gerimis tipis.”sebut Pangeran S. Pandiangan

Posko tetap mengerahkan tim gabungan TNI, Polri, Damkar, Manggala Agni, dan relawan di 17 kecamatan. Warga diimbau:

– Tidak membakar lahan untuk pembersihan lahan
​
– Memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan selama kabut asap
​
– Menghemat air bersih menunggu musim hujan
​
– Memantau informasi resmi melalui BMKG dan BPBD setempat

Penulis: Tim Liputan PojokIndonesia
Sumber: BMKG, Posko Darurat Karhutla Kabupaten Kapuas
Tanggal: 3 Oktober 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *