BeritaDaerahNasionalNasional

Gusti Farid Hasan Aman : Apresiasi Kepada Pemerintah Pusat Atas Pengembalian Kedudukan Pangeran Hidayatullah Sebagai Pewaris Sah Kesultanan Banjar

×

Gusti Farid Hasan Aman : Apresiasi Kepada Pemerintah Pusat Atas Pengembalian Kedudukan Pangeran Hidayatullah Sebagai Pewaris Sah Kesultanan Banjar

Share this article
Gusti Farid Hasan Aman : Apresiasi Kepada Pemerintah Pusat Atas Pengembalian Kedudukan Pangeran Hidayatullah Sebagai Pewaris Sah Kesultanan Banjar

Pojokindonesia.com – Ketua Badan Kerjasama Parlemen DPD RI Gusti Farid Hasan Aman,mengucapkan kembali terima kasih kepada Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kebudayaan yang telah mendudukkan kembali Pangeran Hidayatullah sebagai pewaris kesultanan Banjar.

Ucapan terima kasih tersebut diungkapkan Gusti Farid Hasan Aman dalam testimoni yang diunggah melalui akun sosial media Instagram gtfarid.official seperti yang di lihat,Sabtu (15/8/2026).

Farid dalam unggahannya mengatakan,kami mengapresiasi upaya mendudukkan kembali Pangeran Hidayatullah sebagai pewaris sah Kesultanan Banjar yang telah diperjuangkan sejak tahun 1984.

Anggota DPDRI asal Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Selatan ini juga menegaskan penobatan Pangeran Cevi, menjadi langkah strategis dalam menjaga nilai perjuangan, melestarikan budaya, serta meluruskan rekam sejarah.

“Sebagai pilar dan penjaga adat suku Banjar, Kesultanan Banjar menaungi berbagai sendi kehidupan masyarakat, mulai dari keagamaan, sosial-budaya, hingga ekonomi dan pariwisata”,kata Farid.

Dengan dinobatkannya Pangeran Cevi ini,diharapkan dapat terus memperkokoh kebudayaan serta semangat perjuangan masyarakat Kalimantan Selatan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jelang Hari Kemerdekaan, Farid sedikit mengingatkan kembali sejarah bagaimana Belanda telah merusak harkat dan martabat masyarakat Banjar.

Pahlawan masyarakat Banjar, Pangeran Hidayatullah merupakan Sultan Banjar yang dulu menjadi oposisi utama Belanda.

Pangeran Hidayatullah ditunjuk sebagai sultan oleh rakyat, tapi Belanda menculik ibunya dan mengasingkan beliau ke Cianjur.

Pengasingan beliau tersebut merupakan tindakan penghapusan sejarah Banjar oleh Belanda,pungkas Gusti Farid Hasan Aman.

Editor : Indra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *