KAPUAS, pojokindonesia.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terus meluas sepanjang tahun 2026. Hingga Sabtu, 3 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 3.573,74 hektar, dengan jumlah titik panas (hotspot) memuncak pada Agustus dan September.
Berdasarkan laporan harian Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas, total titik panas sejak awal tahun hingga 3 Oktober mencapai 32.768, dengan puncak terjadi pada Agustus sebanyak 14.798 titik dan September 16.451 titik. Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, diikuti Kapuas Tengah dan Timpah.
Pada 3 Oktober saja, terpantau 933 titik panas tersebar di 17 kecamatan, didominasi kategori tingkat kepercayaan menengah. Kondisi ini terjadi di tengah peringatan dini kekeringan meteorologis yang berlaku untuk dasarian I Oktober 2026, dengan wilayah Kapuas masuk kategori “Awas”.
Tim Gabungan Bergerak Padamkan Api
Posko penanganan darurat yang dibentuk BPBD Kabupaten Kapuas mengerahkan tim gabungan — TNI, Polri, Brimob, Damkar, Manggala Agni, dan relawan — untuk melakukan pemadaman di sejumlah titik api.
Pada Jumat (2/10), tim melakukan pemadaman di Desa Anjir Mambulau Timur, Kecamatan Kapuas Timur, serta Desa Basarang Jaya, Kecamatan Basarang. Pada Sabtu (3/10), upaya pemadaman berlanjut di berbagai lokasi, antara lain:
– Desa Basarang Jaya dan Desa Batu Nindan, Kecamatan Basarang (luas terbakar ±5 hektar)
– Desa Petak Batuah, Kecamatan Dadahup (±2 hektar)
– Desa Muara Dadahup, Kecamatan Kapuas Murung (±2 hektar)
– Desa Pulau Kaladan, Kecamatan Mantangai
– Desa Sei Kayu, Kecamatan Kapuas Barat
– Desa Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah
Kendala utama yang dihadapi tim adalah sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran, angin yang berubah-ubah arah, serta api yang tersebar di beberapa titik sekaligus sehingga sulit diprediksi pergerakannya.
Patroli & Distribusi Air Bersih Diintensifkan
Selain pemadaman, posko lapangan di setiap kecamatan memperketat patroli dan sosialisasi larangan membakar lahan. Kepala Pelaksana BPBD Kapuas beserta tim juga membagikan air bersih secara gratis kepada warga yang terdampak kekeringan, antara lain di Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas sekaligus Komandan Pelaksana Harian Posko Darurat, Pangeran S Pandiangan, mengimbau seluruh pihak untuk tidak membakar lahan guna mencegah perluasan kebakaran. “Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi kering yang masih berlangsung,” ujarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan bahwa fase El Nino yang kuat diperkirakan bertahan hingga awal 2027, sehingga musim kemarau masih berpeluang berkepanjangan sebelum musim hujan masuk secara bertahap mulai November 2026.uhkps
Penulis: Tim Liputan PojokIndonesia
Sumber: Laporan Harian Posko Penanganan Darurat Bencana Kekeringan & Karhutla Kab. Kapuas, 03 Oktober 2026
Foto: Dok. Posko Karhutla Kapuas












