BeritaDaerahPendidikan

Ketua PGCN Pada Perpisahan Peserta Didik MIN 5 Banjarmasin : Pengukuhan Bukanlah Akhir Perjalanan, Melainkan Awal Pengabdian

×

Ketua PGCN Pada Perpisahan Peserta Didik MIN 5 Banjarmasin : Pengukuhan Bukanlah Akhir Perjalanan, Melainkan Awal Pengabdian

Share this article
Ketua PGCN Pada Perpisahan Peserta Didik MIN 5 Banjarmasin : Pengukuhan Bukanlah Akhir Perjalanan, Melainkan Awal Pengabdian

Pojokindonesia.com – Ketua Umum Pengurua Pusat Perkumpulan Guru Cinta Anak Negeri (PP PGCN) Dr. Pangeran Gusti Surian, M.Pd.I Pada Pengukuhan dan Perpisahan Peserta Didik MIN 5 Banjarmasin Tahun Ajaran 2025/2026,memberikan semangat dan arahan motivasi kepada seluruh peserta didik yang dikukuhkan.

Setiap perpisahan selalu menyimpan dua hal sekaligus: kenangan dan harapan. Kenangan tentang perjalanan yang telah dilalui bersama, serta harapan tentang masa depan yang sedang menunggu untuk dijemput. Di antara keduanya, terdapat rasa syukur yang mendalam karena Allah SWT telah mempertemukan kita pada sebuah momentum yang istimewa: menyaksikan tumbuhnya anak-anak bangsa yang hari ini akan dan telah dikukuhkan setelah menempuh perjalanan pendidikan yang penuh makna.

Hari ini bukan sekadar seremoni. Ia bukan hanya tentang toga, piagam penghargaan, atau foto kenangan yang akan tersimpan dalam album kehidupan. Hari ini adalah penanda sebuah proses panjang yang telah ditempuh dengan kesungguhan, kesabaran, dan pengorbanan. Sebuah perjalanan yang tidak selalu mudah, tetapi telah berhasil dilalui dengan penuh keteguhan.

Kepada anak-anakku yang akan dan telah dikukuhkan, izinkan saya menyampaikan bahwa hari ini bukan sekadar pengakuan atas keberhasilan belajar yang telah kalian capai. Hari ini adalah saksi dari perjuangan panjang yang mungkin hanya kalian, orang tua, dan guru-guru kalian yang benar-benar memahaminya. Ada air mata yang disembunyikan di balik senyum. Ada kelelahan yang dipendam agar tidak menjadi beban bagi orang lain. Ada doa-doa yang terus dipanjatkan dalam diam, bahkan ketika kalian tidak mengetahui bahwa nama kalian sedang disebut dengan penuh harap dalam munajat orang tua dan guru.

Karena itu, terimalah pengukuhan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Jangan memaknainya sebagai tanda bahwa perjalanan telah selesai. Sebaliknya, jadikanlah ia sebagai amanah untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih berilmu, lebih berakhlak, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Pendidikan sejatinya tidak pernah berakhir pada selembar ijazah atau sebuah acara perpisahan. Pendidikan adalah proses panjang memanusiakan manusia. Ia tidak hanya membentuk kecakapan berpikir, tetapi juga menempa keteguhan hati, kejujuran sikap, dan kematangan dalam menghadapi kehidupan.

Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, kalian akan berhadapan dengan banyak pilihan yang tidak selalu mudah dibedakan antara yang benar dan yang sekadar terlihat menarik. Akan ada kesempatan yang menggiurkan, tetapi belum tentu membawa kebaikan. Akan ada jalan pintas yang tampak menjanjikan, tetapi dapat menjauhkan kalian dari nilai-nilai yang selama ini ditanamkan oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan yang membesarkan kalian.

Karena itu, jagalah ilmu yang telah kalian peroleh dengan akhlak yang mulia. Sebab ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah, sementara akhlak tanpa ilmu dapat kehilangan daya. Keduanya harus berjalan beriringan. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang jujur, peduli, berintegritas, dan memiliki keberanian untuk melakukan hal yang benar meskipun tidak selalu mudah.

Jadilah generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan untuk dirinya sendiri, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Sebab hakikat ilmu bukanlah untuk meninggikan diri, melainkan untuk mengangkat martabat kemanusiaan.

Di mana pun kelak kalian melanjutkan pendidikan dan menapaki kehidupan, bawalah selalu nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para guru. Mungkin suatu hari kalian akan lupa banyak rumus, teori, atau pelajaran yang pernah diajarkan di ruang kelas. Namun jangan pernah melupakan keteladanan, kesabaran, dan ketulusan para guru yang telah membersamai perjalanan kalian.

Di balik setiap keberhasilan seorang peserta didik, selalu ada guru yang memilih tetap percaya ketika muridnya mulai meragukan dirinya sendiri. Selalu ada guru yang tidak lelah memberi semangat ketika anak didiknya hampir menyerah. Selalu ada guru yang diam-diam mendoakan keberhasilan murid-muridnya jauh setelah mereka meninggalkan bangku sekolah.

Hormatilah guru-guru kalian. Bukan semata karena mereka mengajar, melainkan karena mereka telah mengabdikan sebagian hidupnya untuk menyalakan cahaya pengetahuan dalam kehidupan orang lain. Bangsa yang besar selalu lahir dari masyarakat yang memuliakan ilmu dan menghormati para pendidiknya.

Jangan pula pernah melupakan kedua orang tua. Di balik setiap langkah yang kalian tempuh hingga hari ini, ada cinta yang bekerja tanpa pamrih. Ada ayah yang menyembunyikan lelahnya agar kalian tetap dapat menatap masa depan dengan optimisme. Ada ibu yang menyelipkan nama kalian dalam setiap doa yang dipanjatkannya. Tidak semua pengorbanan mereka dapat terlihat oleh mata, tetapi seluruhnya telah menjadi bagian dari jalan yang mengantarkan kalian sampai pada hari yang berbahagia ini.

Jika suatu hari kalian meraih cita-cita yang tinggi, jangan biarkan keberhasilan itu menjauhkan kalian dari akar kehidupan yang telah membesarkan kalian. Tetaplah menjadi pribadi yang menghormati orang tua, menghargai guru, mencintai sesama, serta menjaga nama baik keluarga dan almamater. Sebab ukuran keberhasilan seseorang bukan hanya tentang seberapa tinggi ia melangkah, tetapi juga tentang seberapa kuat ia menjaga nilai-nilai kebaikan yang menjadi fondasi hidupnya.

Kepada para guru, izinkan saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang mendalam. Hari ini kita menyaksikan hasil dari kesabaran yang tidak selalu terlihat, dari pengabdian yang sering kali dilakukan tanpa banyak sorotan, dan dari ketulusan yang terus hidup meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan zaman.

Sesungguhnya tugas guru bukan sekadar menyampaikan pengetahuan, melainkan menumbuhkan harapan. Guru bukan hanya membangun kecerdasan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter yang akan menentukan arah masa depan bangsa. Di tangan para guru, nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan cinta tanah air diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Teruslah menjadi pelita yang menerangi jalan anak-anak bangsa. Sebab sejarah selalu membuktikan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak lahir pertama-tama dari kekayaan sumber daya alamnya, melainkan dari kualitas manusianya. Dan kualitas manusia dibentuk oleh pendidikan yang menghadirkan ilmu sekaligus keteladanan.

Kepada para orang tua dan wali murid, penghargaan yang tulus kami sampaikan atas segala pengorbanan, kesabaran, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada sekolah dan para pendidik. Pendidikan yang berhasil tidak pernah dibangun oleh satu pihak. Ia tumbuh dari kolaborasi yang dilandasi cinta, tanggung jawab, dan keyakinan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Hari ini kita mungkin berpisah dari ruang-ruang kelas yang menyimpan begitu banyak cerita. Kita mungkin berpisah dari halaman sekolah yang menjadi saksi tumbuhnya persahabatan, mimpi, dan cita-cita. Namun perpisahan ini tidak seharusnya dimaknai sebagai berakhirnya kebersamaan. Ia adalah awal dari perjalanan baru yang akan membawa anak-anak kita menuju cakrawala kehidupan yang lebih luas.

Sebagaimana doa yang hari ini kita panjatkan bersama, semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, dan mengantarkan mereka menjadi generasi yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Semoga mereka senantiasa mencintai ilmu, menghormati guru, berbakti kepada orang tua, menjaga nama baik almamater, dan diberi kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan dengan iman, ilmu, dan akhlak sebagai penuntunnya.

Pada akhirnya, perpisahan ini bukanlah akhir dari sebuah cerita. Ia adalah awal dari babak baru yang sedang menunggu untuk dituliskan. Dan seperti setiap perjalanan besar dalam sejarah kehidupan manusia, masa depan akan selalu berpihak kepada mereka yang terus belajar, bekerja keras, menjaga integritas, serta tidak pernah berhenti berdoa.
Selamat kepada seluruh peserta didik yang akan dan telah dikukuhkan pada Tahun Ajaran 2025/2026.

Melangkahlah dengan keyakinan. Bertumbuhlah dengan ilmu. Menyalalah dengan akhlak.Sebab di pundak kalian tersimpan harapan keluarga. Di langkah kalian terpatri doa para guru. Dan di masa depan kalian, bangsa ini menitipkan harapan tentang Indonesia yang lebih baik.(*)

 

Indra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *