KAPUAS, pojokindonesia.com — Musibah yang memilukan menimpa warga Kabupaten Kapuas. Seorang warga bernama Sabriyanto (58), warga Kelurahan Panamas, Kecamatan Selat, meninggal dunia pada Kamis (22/10/2026) saat berupaya menjaga dan melindungi kebunnya dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pada pagi hari kejadian almarhum berangkat ke kebun bersama istri untuk menjaga lahan mereka dari jangkauan api. Saat itu, terlihat kebakaran terjadi di lahan yang berbatasan langsung dengan kebun miliknya. Dengan rasa tanggung jawab melindungi lahannya, almarhum turut membantu memadamkan api bersama warga lain yang hadir, sebelum keduanya pulang ke rumah pada siang hari.
Belum merasa cukup tenang, tak lama kemudian almarhum kembali lagi ke kebun. Menjelang sore, keduanya pulang ke rumah. Namun almarhum tetap merasa cemas dan khawatir api kembali berkobar. Dengan perasaan was-was, ia memutuskan untuk kembali sendirian ke lokasi guna memastikan keamanan lahannya. Ketika suaminya tidak kunjung pulang, sang istri menyusul ke kebun. Sayangnya, sesampainya di lokasi, sang istri mendapati suaminya telah tak berdaya dan meninggal dunia di tempat.
Perlu dipahami bahwa almarhum bukan petugas pemadaman, bukan relawan, dan bukan bagian dari tim penanggulangan karhutla. Ia hanyalah warga biasa yang berjuang melindungi satu-satunya sumber penghidupan keluarganya. Kehilangan ini tentu menjadi duka yang sangat dalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Kalaksa BPBD Kapuas sekaligus Ketua Harian Posko Induk Penanganan Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, S.Hut., MM mewakili seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya:
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Sabriyanto. Semoga almarhum diterima di sisi Yang Maha Kuasa dan mendapat Husnul Khatimah, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan.”
Pihak BPBD Kapuas juga menyerahkan santunan serta bantuan berupa kebutuhan pokok kepada keluarga almarhum. Diharapkan bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga di masa sulit ini.
Terkait peristiwa ini, Kalaksa BPBD Kapuas juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas untuk senantiasa berhati-hati dan waspada:
– Dilarang membakar lahan sekecil apa pun. Kebiasaan membakar lahan untuk membuka lahan baru sangat berisiko memicu kebakaran yang tidak terkendali, apalagi dalam kondisi cuaca yang kering dan berangin saat ini.
– Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi kesehatan dari dampak kabut asap.
– Gunakan air bersih secara bijak dan hemat, mengingat kondisi ketersediaan air yang masih terbatas.
– Hindari beraktivitas sendirian di kawasan yang rawan kebakaran atau jauh dari pemukiman warga. Jika menghadapi kebakaran yang sudah meluas, segera hubungi posko terdekat atau nomor layanan darurat yang tersedia, jangan dipaksakan sendiri.
Semoga almarhum beristirahat dengan tenang dan keluarga diberi kekuatan ketabahan. uhkps












